Sunday, January 13, 2019

Materi Fiqih Kelas 5 Bersuci Dari Haid

larangan haid

Anak-anak, kalian sekarang sudah duduk di bangku kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah. Bagi para siswi, mungkin diantara kalian sudah mengalami haid, atau mungkin juga belum mengalaminya. Meskipun demikian, kalian harus mengetahui apa itu darah haid?

Keluarnya  darah haid bagi seorang perempuan yang pertama kali menandakan telah memasuki usia akil baligh. Masa dimana telah diwajibkan semua kewajiban agama kepadanya seperti sholat,  puasa di bulan Ramadhan juga kewajiban lain. Darah haid akan keluar secara rutin setiap bulan. Dan setelah darah haid itu bersih maka diwajibkan untuk mandi hadas besar tujuannya adalah agar dapat menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Untuk lebih jelas lagi, silahkan bertanyalah kepada gurumu apa itu haid?  dan juga keterangan lain sehingga kamu menjadi lebih mengerti, memahami dan mengenal kebesaran karunia Allah SWT.

A. Pengertian Haid dan Waktu Keluarnya Haid

1. Pengertian Haid

Pengertian Haid menurut bahasa adalah aliran atau sesuatu yang mengalir dan menurut istilah adalah darah yang keluar dari rahim perempuan pada waktu-waktu tertentu. Jadi darah haid itu adalah darah kotoran.
Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 222    :
وَيَسْأَلُوْنَكَ عَنِ اْلمَحِيْضِ قُلْ هُوَأَذَى ‘
Artinya :”Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang haid, katakanlah: Haid itu adalah kotoran".

Ciri-ciri darah haid tersebut berwarna merah kehitam-hitaman dan seorang  perempuan apabila telah berhaid maka darah haid itu akan keluar secara rutin setiap bulan. Darah haid akan berhenti dengan sendirinya setelah usia 60 tahun atau lebih.

2. Waktu Keluarnya Haid

Darah Haid merupakan sebuah tanda bahwa seorang  perempuan  telah memasuki usia akil baligh. Pada saat itu mulai diwajibkan kepada mereka atas perintah agama seperti shalat, puasa dan ibadah lain. Sedangkan Akil Baliq adalah tanda atas seseorang yang telah memasuki usia dewasa dan sudah dibebankan tanggungjawab mengerjakan perintah agama.

Batas Waktu Darah Haid

Bata waktu darah haid sedikit sedikitnya adalah sehari semalam dan sebanyak banyaknya lima belas hari lima belas malam. Adapun keumuman darah haidadalah enam atau tujuh hari (Syeikh Shihabuddin Ahmad Bin Hajar Al-Haitami, 27: tt).

Ketika darah haid itu masih tetap keluar lebih dari lima belas hari lima belas malam, maka darah yang keluar tersebut merupakan darah istihadoh (darah penyakit) dan harus segera diperiksakan. 
Berbeda dengan perempuan, laki-laki yang sudah dianggap dewasa atau masuk akil baligh biasanya masuk pada usia lima belas tahun atau setelah bermimpi menyebabkan keluarnya sperma

3. Hal-Hal yang Dilarang Saat Haid

AYO AMATI  !
larangan haid

Larangan terhadap seorang perempuan yang sedang mengalami haid adalah dilarang melakukan ibadah sebagai berikut

  • Shalat (baik shalat wajib atau sunah)


اِذَااَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِيَ الصَّلاَةَ - رَوَاهُ الْبُخَارِيْ-
Artinya : “Apabila datang haid pada mu, hendalah engkau tinggalkan shalat” . (HR. Bukhori).

  • Puasa (baik shalat wajib dan sunah)


Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Mu’adzah, beliau pernah bertanya kepada ‘Aisyah ra.:

“Wahai Aisyah, Kenapa seorang perempuan yang haid harus meng-qadha’ puasa dan tidak mengqadha’ shalat?”Maka Aisyah menjawab, “Apakah kamu dari golongan Haruriyah? “Aku menjawab, “Aku bukan dari golongan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya.”Dia menjawab,“Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk meng-qadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk meng-qadha’ shalat”. (HR.Muslim no.335)

  • Mengerjakan Tawaf baik Tawaf fardhu ataupun sunnah
  • Menyentuh dan membaca Al-qur’an


Rasulullah SAW bersabda:
لاَتَقْرَأُالْحاَئِضُ وَلاَالْجُنُبُ مِنَ الْقُرْأَنِ شَيْاً
Artinya :“Perempuan yang sedang menjalani  masa haid dan orang yang sedang dalam keadaan junub tidak boleh sama sekali membaca  al-qur’an “

  • I’tikaf atau berdiam di masjid  (jika sekedar lewat dibolehkan)  


Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
لاَاُحِلَّ الْمَسْجِدُ لِحَائِضٍ وَلاَجُنُبٍ (رَوَاهُ اَبُودَاوُدَ)
Artinya : “Saya tidak menghalalkan masjid bagi orang yang sedang mengalami haid dan tidak pula bagi orang-orang yang sedang mengalami junub”(HR. Abu Daud).

This Is The Oldest Page