Unduh CP Bahasa Indonesia Kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6 SD/MI Kurikulum Merdeka Deep Learning Tahun 2025

Unduh CP Bahasa Indonesia Kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6 SD/MI Kurikulum Merdeka Deep Learning Tahun 2025

Tahun 2025 menandai babak baru dalam implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia, dengan integrasi teknologi yang semakin mendalam. Khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, penggabungan Deep Learning ke dalam Capaian Pembelajaran (CP) diyakini akan merevolusi cara peserta didik berinteraksi dengan bahasa, baik lisan maupun tulis. 
CP Bahasa Indonesia sd


Pendekatan ini bertujuan untuk melahirkan generasi yang tidak hanya mahir berbahasa, tetapi juga cakap dalam literasi digital dan komunikasi efektif di era informasi yang kompleks. 

Mari kita telaah bagaimana CP Bahasa Indonesia berbasis Deep Learning diterapkan pada Fase A (kelas 1-2), Fase B (kelas 3-4), dan Fase C (kelas 5-6) pada tahun 2025.

Deep Learning, sebagai bagian dari kecerdasan buatan, memungkinkan mesin untuk memahami, memproses, dan bahkan menghasilkan bahasa manusia dengan tingkat akurasi yang semakin tinggi. Dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia, ini membuka potensi luar biasa:

  • Personalisasi Pembelajaran Bahasa: Sistem AI dapat menganalisis pola kesalahan tata bahasa, kosakata yang kurang dikuasai, atau kesulitan pemahaman teks setiap siswa, lalu menyediakan latihan dan materi yang disesuaikan secara individual.
  • Analisis Teks Otomatis: Deep Learning dapat digunakan untuk mengevaluasi tulisan siswa secara otomatis, memberikan umpan balik instan mengenai struktur kalimat, kohesi, koherensi, bahkan gaya penulisan.
  • Pengembangan Keterampilan Berbicara dan Mendengar: Teknologi pengenalan suara dan sintesis suara memungkinkan latihan berbicara interaktif dan pemahaman mendalam terhadap berbagai aksen dan intonasi.
  • Kreasi Konten Bahasa: AI generatif dapat membantu siswa dalam proses penulisan kreatif, mulai dari menghasilkan ide, kerangka tulisan, hingga mengembangkan variasi kalimat.
  • Literasi Media Digital: Mengajarkan siswa untuk kritis terhadap informasi yang beredar di dunia maya, termasuk teks yang dihasilkan oleh AI, adalah keterampilan esensial.

Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Deep Learning per Fase (Tahun 2025)


1. Fase A (Kelas 1-2 SD): Fondasi Literasi dan Interaksi Bahasa Sederhana


Pada fase ini, CP berbasis Deep Learning berfokus pada pengenalan dasar-dasar literasi dan kemampuan berinteraksi lisan maupun tulis menggunakan bantuan teknologi.
  • CP Utama: Peserta didik mampu mengenal huruf, suku kata, dan kata; membaca teks sederhana; serta berinteraksi lisan dalam konteks percakapan sehari-hari dengan bantuan perangkat digital.
  • Integrasi Deep Learning:
  1. Pengenalan Suara (Dasar): Penggunaan aplikasi edukasi yang merespons suara siswa untuk latihan pengucapan kata atau kalimat sederhana, atau memberi umpan balik jika ada kesalahan.
  2. Pengenalan Teks dan Gambar (Visual): Aplikasi yang dapat membaca teks dari gambar atau membantu siswa mengidentifikasi objek dalam gambar dengan label teks, meningkatkan kosa kata visual.
  3. Tutor Virtual Interaktif Sederhana: Aplikasi yang berperan sebagai teman bicara untuk melatih percakapan dasar atau menceritakan kembali sebuah kisah.
  • Aktivitas Pembelajaran: Bermain game pengenalan huruf/kata berbasis suara, menggunakan aplikasi cerita interaktif yang bisa direspon siswa secara lisan, berlatih menulis huruf dengan umpan balik visual dari AI.

2. Fase B (Kelas 3-4 SD): Memahami Struktur Bahasa dan Pengembangan Ide


Fase ini mengembangkan pemahaman siswa tentang struktur kalimat, paragraf, dan kemampuan untuk menghasilkan ide-ide tertulis yang lebih kompleks dengan dukungan AI.
  • CP Utama: Peserta didik mampu memahami ide pokok teks, menulis paragraf sederhana dengan kalimat yang padu, serta menyampaikan pendapat secara lisan dengan runtut.
  • Integrasi Deep Learning:
  1. Analisis Tata Bahasa Dasar: Penggunaan fitur koreksi tata bahasa dan ejaan otomatis dalam perangkat lunak penulisan yang memberikan saran untuk perbaikan kalimat.
  2. Penyusunan Kalimat dan Paragraf Otomatis (Bantuan): Aplikasi yang menyarankan variasi kalimat atau membantu menyusun kerangka paragraf berdasarkan kata kunci yang diberikan siswa.
  3. Sistem Rekomendasi Teks: Berdasarkan minat baca siswa, AI merekomendasikan buku atau artikel yang sesuai, sekaligus menganalisis tingkat kesulitan teks.
  4. Pengenalan Emosi (Dasar): Memulai pemahaman tentang bagaimana AI dapat mencoba "mengenali" emosi dari nada suara atau ekspresi wajah dalam konteks cerita atau dialog.
  • Aktivitas Pembelajaran: Menulis cerita pendek dengan bantuan AI untuk koreksi tata bahasa, berlatih berbicara di depan "audiens" virtual yang memberikan umpan balik non-verbal, menggunakan aplikasi yang merangkum teks sederhana.

3. Fase C (Kelas 5-6 SD): Kreasi, Analisis Kritis, dan Literasi Digital Lanjut


Pada fase ini, CP Bahasa Indonesia berbasis Deep Learning mendorong siswa untuk menjadi produsen konten bahasa yang kreatif, penganalisis teks yang kritis, serta memahami dampak AI dalam komunikasi.
  • CP Utama: Peserta didik mampu menulis berbagai jenis teks (narasi, deskripsi, eksposisi) dengan struktur yang baik, menganalisis informasi dari berbagai sumber (termasuk media digital), dan menyampaikan presentasi yang persuasif.
  • Integrasi Deep Learning:
  1. Generasi Teks Kreatif: Menggunakan AI generatif (misal: fitur AI dalam pengolah kata) untuk membantu mengembangkan ide, mencari sinonim, atau menyempurnakan gaya penulisan esai atau puisi.
  2. Analisis Sentimen (Dasar): Memahami bagaimana AI dapat menganalisis "sentimen" dalam teks (positif, negatif, netral) dan mendiskusikan implikasinya dalam berita atau ulasan.
  3. Deteksi Fakta dan Disinformasi (Bantuan): Menggunakan alat bantu AI untuk memverifikasi kebenaran informasi atau mengidentifikasi pola disinformasi dalam teks digital.
  4. Pengenalan Ujaran/Speech Recognition Lanjut: Melatih kemampuan presentasi dengan umpan balik AI tentang kecepatan bicara, intonasi, dan kejelasan artikulasi.
  5. Etika AI dalam Komunikasi: Mendiskusikan isu-isu seperti bias dalam data pelatihan AI, hak cipta karya yang dihasilkan AI, dan pentingnya atribusi.
  • Aktivitas Pembelajaran: Menulis artikel berita atau cerita fiksi dengan bantuan AI, melakukan riset online dan menggunakan AI untuk menyaring informasi, membuat presentasi dengan slide yang disarankan oleh AI, serta mengadakan diskusi tentang berita palsu dan peran AI di dalamnya.

Download Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase A, B dan C


Untuk mengetahui lebih jelasnya silahkan anda dapat mengunduh Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6 SD/MI Kurikulum Merdeka Basis Deep Learning Tahun 2025 disini

Demikian yang dapat mimin bagikan terkait Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6 SD/MI Kurikulum Merdeka Basis Deep Learning Tahun 2025 ini semoga bermanfaat
Perangkat Pembelajaran Kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka Tahun 2025/2026

Perangkat Pembelajaran Kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka Tahun 2025/2026

Mengoptimalkan Perangkat Pembelajaran Kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka dengan Pendekatan Deep Learning - Era Kurikulum Merdeka membawa angin segar dalam dunia pendidikan Indonesia, mengedepankan pembelajaran yang lebih relevan, mendalam, dan berpusat pada siswa. Untuk kelas 6 SD/MI, ini berarti menciptakan fondasi belajar yang kokoh dan menyenangkan. 
Perangkat Pembelajaran Kelas 6


Namun, bagaimana jika kita mengintegrasikan pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) dalam penyusunan perangkat pembelajaran? Ini bukan tentang teknologi kecerdasan buatan, melainkan sebuah kerangka pedagogis yang mendorong pemahaman esensial dan transfer pengetahuan.

Memahami Deep Learning dalam Konteks Pendidikan


Istilah "deep learning" dalam pedagogi merujuk pada pembelajaran yang melampaui hafalan fakta, menuju pemahaman konseptual yang kuat, kemampuan mengkoneksikan ide, dan kapasitas untuk mentransfer pengetahuan ke situasi baru. Ini berlawanan dengan "surface learning" yang hanya berfokus pada ingatan dan reproduksi informasi.

Dalam konteks kelas 6 SD/MI, deep learning berarti:
  • Siswa tidak hanya tahu cara menghitung, tetapi juga memahami konsep di balik angka dan dapat menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Siswa tidak hanya menghafal huruf, tetapi juga memahami bagaimana huruf membentuk kata dan kalimat, serta dapat menggunakannya untuk membaca dan menulis.
  • Siswa tidak hanya meniru, tetapi juga memahami alasan di balik aturan sosial dan norma.

Komponen Perangkat Pembelajaran Kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka Pendekatan Deep Learning


Perangkat pembelajaran yang mengadopsi pendekatan deep learning akan memiliki fokus yang berbeda pada setiap komponennya:
  • Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):
Dalam Kurikulum Merdeka, TP dan ATP menggantikan silabus dan RPP lama. Dengan deep learning, TP dan ATP harus dirumuskan untuk mendorong pemahaman konseptual, bukan sekadar daftar kemampuan yang harus dikuasai. Contoh: "Siswa dapat memahami hubungan antara jumlah benda dengan angka yang melambangkannya" daripada hanya "Siswa dapat menghitung 1-10".
  • Modul Ajar (Pengganti RPP):
Modul ajar adalah inti dari perangkat pembelajaran. Untuk kelas 6 dengan pendekatan deep learning, modul ajar harus dirancang dengan fitur-fitur berikut:
  1. Pertanyaan Esensial/Pemantik: Mulai pembelajaran dengan pertanyaan yang mendorong rasa ingin tahu dan pemikiran mendalam, misalnya "Mengapa kita perlu tahu angka?" atau "Bagaimana cara kita memberitahu orang lain apa yang kita pikirkan tanpa berbicara?".
  2. Aktivitas Berbasis Masalah/Proyek Sederhana: Ajak siswa memecahkan masalah konkret yang relevan dengan kehidupan mereka. Contoh: menghitung berapa banyak kue yang dibutuhkan untuk semua teman, atau membuat cerita sederhana dari gambar.
  3. Eksplorasi Konsep: Berikan kesempatan siswa untuk menemukan konsep sendiri melalui percobaan atau manipulasi benda konkret, daripada langsung diberi tahu.
  4. Koneksi Antar Materi/Disiplin Ilmu: Tunjukkan bagaimana satu konsep terhubung dengan konsep lain, atau bagaimana matematika berhubungan dengan seni, atau bahasa.
  5. Refleksi: Libatkan siswa dalam merefleksikan apa yang mereka pelajari dan bagaimana itu relevan dengan kehidupan mereka. Ini bisa berupa gambar, cerita lisan, atau ekspresi sederhana lainnya.
  • Buku Teks dan Sumber Belajar Lainnya:
Buku teks harus lebih dari sekadar kumpulan informasi. Mereka harus:
  1. Menyajikan konsep inti secara visual dan naratif yang menarik.
  2. Menyertakan pertanyaan pemantik dan aktivitas yang mendorong pemikiran.
  3. Memberikan contoh nyata dan relatable.
  4. Guru dapat melengkapi dengan media konkret (balok, kartu gambar), permainan edukatif, dan cerita yang memicu imajinasi dan pemahaman mendalam.
  • Asesmen Diagnostik, Formatif, dan Sumatif:
Penilaian dalam pendekatan deep learning bergeser dari hanya mengukur apa yang dihafal menjadi mengukur pemahaman dan kemampuan transfer.
  1. Asesmen Diagnostik: Mengidentifikasi pengetahuan awal dan kesalahpahaman siswa.
  2. Asesmen Formatif: Dilakukan secara berkelanjutan (observasi, diskusi, respons siswa) untuk mengukur pemahaman mendalam, bukan hanya jawaban benar/salah. Misalnya, meminta siswa menjelaskan "mengapa" mereka melakukan sesuatu.
  3. Asesmen Sumatif: Bisa berupa proyek sederhana, presentasi lisan, atau demonstrasi keterampilan yang menunjukkan pemahaman konseptual.

Mengapa Pendekatan Deep Learning Penting untuk Kelas 6?


Mengintegrasikan deep learning sejak dini sangat fundamental karena:
  1. Membangun Fondasi yang Kuat: Anak-anak yang diajarkan untuk memahami konsep sejak awal akan lebih mudah menguasai materi yang lebih kompleks di jenjang berikutnya.
  2. Meningkatkan Motivasi Belajar: Ketika anak melihat relevansi dan tujuan di balik apa yang mereka pelajari, mereka menjadi lebih termotivasi dan terlibat.
  3. Mengembangkan Keterampilan Abad 21: Pemikiran kritis, pemecahan masalah, kreativitas, dan kolaborasi adalah hasil alami dari pembelajaran mendalam.
  4. Mengurangi Beban Hafalan: Fokus pada pemahaman mengurangi tekanan untuk menghafal tanpa konteks, membuat belajar lebih menyenangkan dan efektif.

Implementasi di Kelas: Peran Guru


Guru memegang peran sentral dalam mengimplementasikan pendekatan deep learning. Guru harus menjadi fasilitator, pemantik diskusi, dan pendorong eksplorasi. Mereka perlu:
  1. Memahami tujuan inti dari setiap materi.
  2. Merancang pertanyaan yang memicu pemikiran mendalam.
  3. Menciptakan lingkungan belajar yang aman untuk bereksperimen dan membuat kesalahan.
  4. Memberikan umpan balik yang konstruktif dan berfokus pada pemahaman.
Dengan mengadopsi pendekatan deep learning dalam penyusunan dan implementasi perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka untuk kelas 6 SD/MI, kita tidak hanya mengajarkan apa yang harus diketahui siswa, tetapi juga bagaimana cara mereka berpikir, memahami, dan berinovasi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menghasilkan generasi pembelajar seumur hidup yang cakap dan berdaya.

Unduh Perangkat Pembelajaran Kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka


Bagi Bapak/Ibu yang membutuhkan Administrasi Pembelajaran untuk kelas 6 Kurikulum Merdeka Semua mapel silahkan anda dapat mengunduhnya disini

Demikian yang dapat mimin bagikan terkait Perangkat Pembelajaran Kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deep learning ini semoga bermanfaat
Perangkat Pembelajaran Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka Tahun 2025/2026

Perangkat Pembelajaran Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka Tahun 2025/2026

Mengoptimalkan Perangkat Pembelajaran Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka dengan Pendekatan Deep Learning - Era Kurikulum Merdeka membawa angin segar dalam dunia pendidikan Indonesia, mengedepankan pembelajaran yang lebih relevan, mendalam, dan berpusat pada siswa. Untuk kelas 5 SD/MI, ini berarti menciptakan fondasi belajar yang kokoh dan menyenangkan. 
Perangkat Pembelajaran Kelas 5 SD/MI


Namun, bagaimana jika kita mengintegrasikan pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) dalam penyusunan perangkat pembelajaran? Ini bukan tentang teknologi kecerdasan buatan, melainkan sebuah kerangka pedagogis yang mendorong pemahaman esensial dan transfer pengetahuan.

Memahami Deep Learning dalam Konteks Pendidikan


Istilah "deep learning" dalam pedagogi merujuk pada pembelajaran yang melampaui hafalan fakta, menuju pemahaman konseptual yang kuat, kemampuan mengkoneksikan ide, dan kapasitas untuk mentransfer pengetahuan ke situasi baru. Ini berlawanan dengan "surface learning" yang hanya berfokus pada ingatan dan reproduksi informasi.

Dalam konteks kelas 5 SD/MI, deep learning berarti:
  • Siswa tidak hanya tahu cara menghitung, tetapi juga memahami konsep di balik angka dan dapat menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Siswa tidak hanya menghafal huruf, tetapi juga memahami bagaimana huruf membentuk kata dan kalimat, serta dapat menggunakannya untuk membaca dan menulis.
  • Siswa tidak hanya meniru, tetapi juga memahami alasan di balik aturan sosial dan norma.

Komponen Perangkat Pembelajaran Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka Pendekatan Deep Learning


Perangkat pembelajaran yang mengadopsi pendekatan deep learning akan memiliki fokus yang berbeda pada setiap komponennya:
  • Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):
Dalam Kurikulum Merdeka, TP dan ATP menggantikan silabus dan RPP lama. Dengan deep learning, TP dan ATP harus dirumuskan untuk mendorong pemahaman konseptual, bukan sekadar daftar kemampuan yang harus dikuasai. Contoh: "Siswa dapat memahami hubungan antara jumlah benda dengan angka yang melambangkannya" daripada hanya "Siswa dapat menghitung 1-10".
  • Modul Ajar (Pengganti RPP):
Modul ajar adalah inti dari perangkat pembelajaran. Untuk kelas 5 dengan pendekatan deep learning, modul ajar harus dirancang dengan fitur-fitur berikut:
  1. Pertanyaan Esensial/Pemantik: Mulai pembelajaran dengan pertanyaan yang mendorong rasa ingin tahu dan pemikiran mendalam, misalnya "Mengapa kita perlu tahu angka?" atau "Bagaimana cara kita memberitahu orang lain apa yang kita pikirkan tanpa berbicara?".
  2. Aktivitas Berbasis Masalah/Proyek Sederhana: Ajak siswa memecahkan masalah konkret yang relevan dengan kehidupan mereka. Contoh: menghitung berapa banyak kue yang dibutuhkan untuk semua teman, atau membuat cerita sederhana dari gambar.
  3. Eksplorasi Konsep: Berikan kesempatan siswa untuk menemukan konsep sendiri melalui percobaan atau manipulasi benda konkret, daripada langsung diberi tahu.
  4. Koneksi Antar Materi/Disiplin Ilmu: Tunjukkan bagaimana satu konsep terhubung dengan konsep lain, atau bagaimana matematika berhubungan dengan seni, atau bahasa.
  5. Refleksi: Libatkan siswa dalam merefleksikan apa yang mereka pelajari dan bagaimana itu relevan dengan kehidupan mereka. Ini bisa berupa gambar, cerita lisan, atau ekspresi sederhana lainnya.
  • Buku Teks dan Sumber Belajar Lainnya:
Buku teks harus lebih dari sekadar kumpulan informasi. Mereka harus:
  1. Menyajikan konsep inti secara visual dan naratif yang menarik.
  2. Menyertakan pertanyaan pemantik dan aktivitas yang mendorong pemikiran.
  3. Memberikan contoh nyata dan relatable.
  4. Guru dapat melengkapi dengan media konkret (balok, kartu gambar), permainan edukatif, dan cerita yang memicu imajinasi dan pemahaman mendalam.
  • Asesmen Diagnostik, Formatif, dan Sumatif:
Penilaian dalam pendekatan deep learning bergeser dari hanya mengukur apa yang dihafal menjadi mengukur pemahaman dan kemampuan transfer.
  1. Asesmen Diagnostik: Mengidentifikasi pengetahuan awal dan kesalahpahaman siswa.
  2. Asesmen Formatif: Dilakukan secara berkelanjutan (observasi, diskusi, respons siswa) untuk mengukur pemahaman mendalam, bukan hanya jawaban benar/salah. Misalnya, meminta siswa menjelaskan "mengapa" mereka melakukan sesuatu.
  3. Asesmen Sumatif: Bisa berupa proyek sederhana, presentasi lisan, atau demonstrasi keterampilan yang menunjukkan pemahaman konseptual.

Mengapa Pendekatan Deep Learning Penting untuk Kelas 5?


Mengintegrasikan deep learning sejak dini sangat fundamental karena:
  1. Membangun Fondasi yang Kuat: Anak-anak yang diajarkan untuk memahami konsep sejak awal akan lebih mudah menguasai materi yang lebih kompleks di jenjang berikutnya.
  2. Meningkatkan Motivasi Belajar: Ketika anak melihat relevansi dan tujuan di balik apa yang mereka pelajari, mereka menjadi lebih termotivasi dan terlibat.
  3. Mengembangkan Keterampilan Abad 21: Pemikiran kritis, pemecahan masalah, kreativitas, dan kolaborasi adalah hasil alami dari pembelajaran mendalam.
  4. Mengurangi Beban Hafalan: Fokus pada pemahaman mengurangi tekanan untuk menghafal tanpa konteks, membuat belajar lebih menyenangkan dan efektif.

Implementasi di Kelas: Peran Guru


Guru memegang peran sentral dalam mengimplementasikan pendekatan deep learning. Guru harus menjadi fasilitator, pemantik diskusi, dan pendorong eksplorasi. Mereka perlu:
  1. Memahami tujuan inti dari setiap materi.
  2. Merancang pertanyaan yang memicu pemikiran mendalam.
  3. Menciptakan lingkungan belajar yang aman untuk bereksperimen dan membuat kesalahan.
  4. Memberikan umpan balik yang konstruktif dan berfokus pada pemahaman.
Dengan mengadopsi pendekatan deep learning dalam penyusunan dan implementasi perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka untuk kelas 5 SD/MI, kita tidak hanya mengajarkan apa yang harus diketahui siswa, tetapi juga bagaimana cara mereka berpikir, memahami, dan berinovasi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menghasilkan generasi pembelajar seumur hidup yang cakap dan berdaya.

Unduh Perangkat Pembelajaran Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka


Bagi Bapak/Ibu yang membutuhkan Administrasi Pembelajaran untuk kelas 5 silahkan anda dapat mengunduhnya disini

Demikian yang dapat mimin bagikan terkait Perangkat Pembelajaran Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deep learning ini semoga bermanfaat
Perangkat Pembelajaran Kelas 4 SD/MI Kurikulum Merdeka Tahun 2025/2026

Perangkat Pembelajaran Kelas 4 SD/MI Kurikulum Merdeka Tahun 2025/2026

Mengoptimalkan Perangkat Pembelajaran Kelas 4 SD/MI Kurikulum Merdeka dengan Pendekatan Deep Learning - Era Kurikulum Merdeka membawa angin segar dalam dunia pendidikan Indonesia, mengedepankan pembelajaran yang lebih relevan, mendalam, dan berpusat pada siswa. Untuk kelas 4 SD/MI, ini berarti menciptakan fondasi belajar yang kokoh dan menyenangkan. 
Perangkat Pembelajaran Kelas 4


Namun, bagaimana jika kita mengintegrasikan pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) dalam penyusunan perangkat pembelajaran? Ini bukan tentang teknologi kecerdasan buatan, melainkan sebuah kerangka pedagogis yang mendorong pemahaman esensial dan transfer pengetahuan.

Memahami Deep Learning dalam Konteks Pendidikan


Istilah "deep learning" dalam pedagogi merujuk pada pembelajaran yang melampaui hafalan fakta, menuju pemahaman konseptual yang kuat, kemampuan mengkoneksikan ide, dan kapasitas untuk mentransfer pengetahuan ke situasi baru. Ini berlawanan dengan "surface learning" yang hanya berfokus pada ingatan dan reproduksi informasi.

Dalam konteks kelas 4 SD/MI, deep learning berarti:
  • Siswa tidak hanya tahu cara menghitung, tetapi juga memahami konsep di balik angka dan dapat menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Siswa tidak hanya menghafal huruf, tetapi juga memahami bagaimana huruf membentuk kata dan kalimat, serta dapat menggunakannya untuk membaca dan menulis.
  • Siswa tidak hanya meniru, tetapi juga memahami alasan di balik aturan sosial dan norma.

Komponen Perangkat Pembelajaran Kelas 4 SD/MI Kurikulum Merdeka Pendekatan Deep Learning


Perangkat pembelajaran yang mengadopsi pendekatan deep learning akan memiliki fokus yang berbeda pada setiap komponennya:
  • Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):
Dalam Kurikulum Merdeka, TP dan ATP menggantikan silabus dan RPP lama. Dengan deep learning, TP dan ATP harus dirumuskan untuk mendorong pemahaman konseptual, bukan sekadar daftar kemampuan yang harus dikuasai. Contoh: "Siswa dapat memahami hubungan antara jumlah benda dengan angka yang melambangkannya" daripada hanya "Siswa dapat menghitung 1-10".
  • Modul Ajar (Pengganti RPP):
Modul ajar adalah inti dari perangkat pembelajaran. Untuk kelas 4 dengan pendekatan deep learning, modul ajar harus dirancang dengan fitur-fitur berikut:
  1. Pertanyaan Esensial/Pemantik: Mulai pembelajaran dengan pertanyaan yang mendorong rasa ingin tahu dan pemikiran mendalam, misalnya "Mengapa kita perlu tahu angka?" atau "Bagaimana cara kita memberitahu orang lain apa yang kita pikirkan tanpa berbicara?".
  2. Aktivitas Berbasis Masalah/Proyek Sederhana: Ajak siswa memecahkan masalah konkret yang relevan dengan kehidupan mereka. Contoh: menghitung berapa banyak kue yang dibutuhkan untuk semua teman, atau membuat cerita sederhana dari gambar.
  3. Eksplorasi Konsep: Berikan kesempatan siswa untuk menemukan konsep sendiri melalui percobaan atau manipulasi benda konkret, daripada langsung diberi tahu.
  4. Koneksi Antar Materi/Disiplin Ilmu: Tunjukkan bagaimana satu konsep terhubung dengan konsep lain, atau bagaimana matematika berhubungan dengan seni, atau bahasa.
  5. Refleksi: Libatkan siswa dalam merefleksikan apa yang mereka pelajari dan bagaimana itu relevan dengan kehidupan mereka. Ini bisa berupa gambar, cerita lisan, atau ekspresi sederhana lainnya.
  • Buku Teks dan Sumber Belajar Lainnya:
Buku teks harus lebih dari sekadar kumpulan informasi. Mereka harus:
  1. Menyajikan konsep inti secara visual dan naratif yang menarik.
  2. Menyertakan pertanyaan pemantik dan aktivitas yang mendorong pemikiran.
  3. Memberikan contoh nyata dan relatable.
  4. Guru dapat melengkapi dengan media konkret (balok, kartu gambar), permainan edukatif, dan cerita yang memicu imajinasi dan pemahaman mendalam.
  • Asesmen Diagnostik, Formatif, dan Sumatif:
Penilaian dalam pendekatan deep learning bergeser dari hanya mengukur apa yang dihafal menjadi mengukur pemahaman dan kemampuan transfer.
  1. Asesmen Diagnostik: Mengidentifikasi pengetahuan awal dan kesalahpahaman siswa.
  2. Asesmen Formatif: Dilakukan secara berkelanjutan (observasi, diskusi, respons siswa) untuk mengukur pemahaman mendalam, bukan hanya jawaban benar/salah. Misalnya, meminta siswa menjelaskan "mengapa" mereka melakukan sesuatu.
  3. Asesmen Sumatif: Bisa berupa proyek sederhana, presentasi lisan, atau demonstrasi keterampilan yang menunjukkan pemahaman konseptual.

Mengapa Pendekatan Deep Learning Penting untuk Kelas 4?


Mengintegrasikan deep learning sejak dini sangat fundamental karena:
  1. Membangun Fondasi yang Kuat: Anak-anak yang diajarkan untuk memahami konsep sejak awal akan lebih mudah menguasai materi yang lebih kompleks di jenjang berikutnya.
  2. Meningkatkan Motivasi Belajar: Ketika anak melihat relevansi dan tujuan di balik apa yang mereka pelajari, mereka menjadi lebih termotivasi dan terlibat.
  3. Mengembangkan Keterampilan Abad 21: Pemikiran kritis, pemecahan masalah, kreativitas, dan kolaborasi adalah hasil alami dari pembelajaran mendalam.
  4. Mengurangi Beban Hafalan: Fokus pada pemahaman mengurangi tekanan untuk menghafal tanpa konteks, membuat belajar lebih menyenangkan dan efektif.

Implementasi di Kelas: Peran Guru


Guru memegang peran sentral dalam mengimplementasikan pendekatan deep learning. Guru harus menjadi fasilitator, pemantik diskusi, dan pendorong eksplorasi. Mereka perlu:
  1. Memahami tujuan inti dari setiap materi.
  2. Merancang pertanyaan yang memicu pemikiran mendalam.
  3. Menciptakan lingkungan belajar yang aman untuk bereksperimen dan membuat kesalahan.
  4. Memberikan umpan balik yang konstruktif dan berfokus pada pemahaman.
Dengan mengadopsi pendekatan deep learning dalam penyusunan dan implementasi perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka untuk kelas 4 SD/MI, kita tidak hanya mengajarkan apa yang harus diketahui siswa, tetapi juga bagaimana cara mereka berpikir, memahami, dan berinovasi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menghasilkan generasi pembelajar seumur hidup yang cakap dan berdaya.

Unduh Perangkat Pembelajaran Kelas 4 SD/MI Kurikulum Merdeka


Bagi Bapak/Ibu yang membutuhkan Administrasi Pembelajaran untuk kelas 4 silahkan anda dapat mengunduhnya disini

Demikian yang dapat mimin bagikan terkait Perangkat Pembelajaran Kelas 4 SD/MI Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deep learning ini semoga bermanfaat
Perangkat Pembelajaran Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka Tahun 2025/2026

Perangkat Pembelajaran Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka Tahun 2025/2026

Mengoptimalkan Perangkat Pembelajaran Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka dengan Pendekatan Deep Learning - Era Kurikulum Merdeka membawa angin segar dalam dunia pendidikan Indonesia, mengedepankan pembelajaran yang lebih relevan, mendalam, dan berpusat pada siswa. Untuk kelas 3 SD/MI, ini berarti menciptakan fondasi belajar yang kokoh dan menyenangkan. 
Perangkat Pembelajaran Kelas 3


Namun, bagaimana jika kita mengintegrasikan pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) dalam penyusunan perangkat pembelajaran? Ini bukan tentang teknologi kecerdasan buatan, melainkan sebuah kerangka pedagogis yang mendorong pemahaman esensial dan transfer pengetahuan.

Memahami Deep Learning dalam Konteks Pendidikan


Istilah "deep learning" dalam pedagogi merujuk pada pembelajaran yang melampaui hafalan fakta, menuju pemahaman konseptual yang kuat, kemampuan mengkoneksikan ide, dan kapasitas untuk mentransfer pengetahuan ke situasi baru. Ini berlawanan dengan "surface learning" yang hanya berfokus pada ingatan dan reproduksi informasi.

Dalam konteks kelas 3 SD/MI, deep learning berarti:
  • Siswa tidak hanya tahu cara menghitung, tetapi juga memahami konsep di balik angka dan dapat menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Siswa tidak hanya menghafal huruf, tetapi juga memahami bagaimana huruf membentuk kata dan kalimat, serta dapat menggunakannya untuk membaca dan menulis.
  • Siswa tidak hanya meniru, tetapi juga memahami alasan di balik aturan sosial dan norma.

Komponen Perangkat Pembelajaran Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka Pendekatan Deep Learning


Perangkat pembelajaran yang mengadopsi pendekatan deep learning akan memiliki fokus yang berbeda pada setiap komponennya:
  • Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):
Dalam Kurikulum Merdeka, TP dan ATP menggantikan silabus dan RPP lama. Dengan deep learning, TP dan ATP harus dirumuskan untuk mendorong pemahaman konseptual, bukan sekadar daftar kemampuan yang harus dikuasai. Contoh: "Siswa dapat memahami hubungan antara jumlah benda dengan angka yang melambangkannya" daripada hanya "Siswa dapat menghitung 1-10".
  • Modul Ajar (Pengganti RPP):
Modul ajar adalah inti dari perangkat pembelajaran. Untuk kelas 3 dengan pendekatan deep learning, modul ajar harus dirancang dengan fitur-fitur berikut:
  1. Pertanyaan Esensial/Pemantik: Mulai pembelajaran dengan pertanyaan yang mendorong rasa ingin tahu dan pemikiran mendalam, misalnya "Mengapa kita perlu tahu angka?" atau "Bagaimana cara kita memberitahu orang lain apa yang kita pikirkan tanpa berbicara?".
  2. Aktivitas Berbasis Masalah/Proyek Sederhana: Ajak siswa memecahkan masalah konkret yang relevan dengan kehidupan mereka. Contoh: menghitung berapa banyak kue yang dibutuhkan untuk semua teman, atau membuat cerita sederhana dari gambar.
  3. Eksplorasi Konsep: Berikan kesempatan siswa untuk menemukan konsep sendiri melalui percobaan atau manipulasi benda konkret, daripada langsung diberi tahu.
  4. Koneksi Antar Materi/Disiplin Ilmu: Tunjukkan bagaimana satu konsep terhubung dengan konsep lain, atau bagaimana matematika berhubungan dengan seni, atau bahasa.
  5. Refleksi: Libatkan siswa dalam merefleksikan apa yang mereka pelajari dan bagaimana itu relevan dengan kehidupan mereka. Ini bisa berupa gambar, cerita lisan, atau ekspresi sederhana lainnya.
  • Buku Teks dan Sumber Belajar Lainnya:
Buku teks harus lebih dari sekadar kumpulan informasi. Mereka harus:
  1. Menyajikan konsep inti secara visual dan naratif yang menarik.
  2. Menyertakan pertanyaan pemantik dan aktivitas yang mendorong pemikiran.
  3. Memberikan contoh nyata dan relatable.
  4. Guru dapat melengkapi dengan media konkret (balok, kartu gambar), permainan edukatif, dan cerita yang memicu imajinasi dan pemahaman mendalam.
  • Asesmen Diagnostik, Formatif, dan Sumatif:
Penilaian dalam pendekatan deep learning bergeser dari hanya mengukur apa yang dihafal menjadi mengukur pemahaman dan kemampuan transfer.
  1. Asesmen Diagnostik: Mengidentifikasi pengetahuan awal dan kesalahpahaman siswa.
  2. Asesmen Formatif: Dilakukan secara berkelanjutan (observasi, diskusi, respons siswa) untuk mengukur pemahaman mendalam, bukan hanya jawaban benar/salah. Misalnya, meminta siswa menjelaskan "mengapa" mereka melakukan sesuatu.
  3. Asesmen Sumatif: Bisa berupa proyek sederhana, presentasi lisan, atau demonstrasi keterampilan yang menunjukkan pemahaman konseptual.

Mengapa Pendekatan Deep Learning Penting untuk Kelas 3?


Mengintegrasikan deep learning sejak dini sangat fundamental karena:
  1. Membangun Fondasi yang Kuat: Anak-anak yang diajarkan untuk memahami konsep sejak awal akan lebih mudah menguasai materi yang lebih kompleks di jenjang berikutnya.
  2. Meningkatkan Motivasi Belajar: Ketika anak melihat relevansi dan tujuan di balik apa yang mereka pelajari, mereka menjadi lebih termotivasi dan terlibat.
  3. Mengembangkan Keterampilan Abad 21: Pemikiran kritis, pemecahan masalah, kreativitas, dan kolaborasi adalah hasil alami dari pembelajaran mendalam.
  4. Mengurangi Beban Hafalan: Fokus pada pemahaman mengurangi tekanan untuk menghafal tanpa konteks, membuat belajar lebih menyenangkan dan efektif.

Implementasi di Kelas: Peran Guru


Guru memegang peran sentral dalam mengimplementasikan pendekatan deep learning. Guru harus menjadi fasilitator, pemantik diskusi, dan pendorong eksplorasi. Mereka perlu:
  1. Memahami tujuan inti dari setiap materi.
  2. Merancang pertanyaan yang memicu pemikiran mendalam.
  3. Menciptakan lingkungan belajar yang aman untuk bereksperimen dan membuat kesalahan.
  4. Memberikan umpan balik yang konstruktif dan berfokus pada pemahaman.
Dengan mengadopsi pendekatan deep learning dalam penyusunan dan implementasi perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka untuk kelas 3 SD/MI, kita tidak hanya mengajarkan apa yang harus diketahui siswa, tetapi juga bagaimana cara mereka berpikir, memahami, dan berinovasi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menghasilkan generasi pembelajar seumur hidup yang cakap dan berdaya.

Unduh Perangkat Pembelajaran Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka


Bagi Bapak/Ibu yang membutuhkan Administrasi Pembelajaran untuk kelas 3 silahkan anda dapat mengunduhnya disini

Demikian yang dapat mimin bagikan terkait Perangkat Pembelajaran Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deep learning ini semoga bermanfaat
Perangkat Pembelajaran Kelas 2 SD/MI Kurikulum Merdeka Tahun 2025/2026

Perangkat Pembelajaran Kelas 2 SD/MI Kurikulum Merdeka Tahun 2025/2026

Mengoptimalkan Perangkat Pembelajaran Kelas 2 SD/MI Kurikulum Merdeka dengan Pendekatan Deep Learning - Era Kurikulum Merdeka membawa angin segar dalam dunia pendidikan Indonesia, mengedepankan pembelajaran yang lebih relevan, mendalam, dan berpusat pada siswa. Untuk kelas 2 SD/MI, ini berarti menciptakan fondasi belajar yang kokoh dan menyenangkan. 
Perangkat Pembelajaran Kelas 2


Namun, bagaimana jika kita mengintegrasikan pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) dalam penyusunan perangkat pembelajaran? Ini bukan tentang teknologi kecerdasan buatan, melainkan sebuah kerangka pedagogis yang mendorong pemahaman esensial dan transfer pengetahuan.

Memahami Deep Learning dalam Konteks Pendidikan


Istilah "deep learning" dalam pedagogi merujuk pada pembelajaran yang melampaui hafalan fakta, menuju pemahaman konseptual yang kuat, kemampuan mengkoneksikan ide, dan kapasitas untuk mentransfer pengetahuan ke situasi baru. Ini berlawanan dengan "surface learning" yang hanya berfokus pada ingatan dan reproduksi informasi.

Dalam konteks kelas 2 SD/MI, deep learning berarti:
  • Siswa tidak hanya tahu cara menghitung, tetapi juga memahami konsep di balik angka dan dapat menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Siswa tidak hanya menghafal huruf, tetapi juga memahami bagaimana huruf membentuk kata dan kalimat, serta dapat menggunakannya untuk membaca dan menulis.
  • Siswa tidak hanya meniru, tetapi juga memahami alasan di balik aturan sosial dan norma.

Komponen Perangkat Pembelajaran Kelas 2 SD/MI Kurikulum Merdeka Pendekatan Deep Learning


Perangkat pembelajaran yang mengadopsi pendekatan deep learning akan memiliki fokus yang berbeda pada setiap komponennya:
  • Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):
Dalam Kurikulum Merdeka, TP dan ATP menggantikan silabus dan RPP lama. Dengan deep learning, TP dan ATP harus dirumuskan untuk mendorong pemahaman konseptual, bukan sekadar daftar kemampuan yang harus dikuasai. Contoh: "Siswa dapat memahami hubungan antara jumlah benda dengan angka yang melambangkannya" daripada hanya "Siswa dapat menghitung 1-10".
  • Modul Ajar (Pengganti RPP):
Modul ajar adalah inti dari perangkat pembelajaran. Untuk kelas 2 dengan pendekatan deep learning, modul ajar harus dirancang dengan fitur-fitur berikut:
  1. Pertanyaan Esensial/Pemantik: Mulai pembelajaran dengan pertanyaan yang mendorong rasa ingin tahu dan pemikiran mendalam, misalnya "Mengapa kita perlu tahu angka?" atau "Bagaimana cara kita memberitahu orang lain apa yang kita pikirkan tanpa berbicara?".
  2. Aktivitas Berbasis Masalah/Proyek Sederhana: Ajak siswa memecahkan masalah konkret yang relevan dengan kehidupan mereka. Contoh: menghitung berapa banyak kue yang dibutuhkan untuk semua teman, atau membuat cerita sederhana dari gambar.
  3. Eksplorasi Konsep: Berikan kesempatan siswa untuk menemukan konsep sendiri melalui percobaan atau manipulasi benda konkret, daripada langsung diberi tahu.
  4. Koneksi Antar Materi/Disiplin Ilmu: Tunjukkan bagaimana satu konsep terhubung dengan konsep lain, atau bagaimana matematika berhubungan dengan seni, atau bahasa.
  5. Refleksi: Libatkan siswa dalam merefleksikan apa yang mereka pelajari dan bagaimana itu relevan dengan kehidupan mereka. Ini bisa berupa gambar, cerita lisan, atau ekspresi sederhana lainnya.
  • Buku Teks dan Sumber Belajar Lainnya:
Buku teks harus lebih dari sekadar kumpulan informasi. Mereka harus:
  1. Menyajikan konsep inti secara visual dan naratif yang menarik.
  2. Menyertakan pertanyaan pemantik dan aktivitas yang mendorong pemikiran.
  3. Memberikan contoh nyata dan relatable.
  4. Guru dapat melengkapi dengan media konkret (balok, kartu gambar), permainan edukatif, dan cerita yang memicu imajinasi dan pemahaman mendalam.
  • Asesmen Diagnostik, Formatif, dan Sumatif:
Penilaian dalam pendekatan deep learning bergeser dari hanya mengukur apa yang dihafal menjadi mengukur pemahaman dan kemampuan transfer.
  1. Asesmen Diagnostik: Mengidentifikasi pengetahuan awal dan kesalahpahaman siswa.
  2. Asesmen Formatif: Dilakukan secara berkelanjutan (observasi, diskusi, respons siswa) untuk mengukur pemahaman mendalam, bukan hanya jawaban benar/salah. Misalnya, meminta siswa menjelaskan "mengapa" mereka melakukan sesuatu.
  3. Asesmen Sumatif: Bisa berupa proyek sederhana, presentasi lisan, atau demonstrasi keterampilan yang menunjukkan pemahaman konseptual.

Mengapa Pendekatan Deep Learning Penting untuk Kelas 2?


Mengintegrasikan deep learning sejak dini sangat fundamental karena:
  1. Membangun Fondasi yang Kuat: Anak-anak yang diajarkan untuk memahami konsep sejak awal akan lebih mudah menguasai materi yang lebih kompleks di jenjang berikutnya.
  2. Meningkatkan Motivasi Belajar: Ketika anak melihat relevansi dan tujuan di balik apa yang mereka pelajari, mereka menjadi lebih termotivasi dan terlibat.
  3. Mengembangkan Keterampilan Abad 21: Pemikiran kritis, pemecahan masalah, kreativitas, dan kolaborasi adalah hasil alami dari pembelajaran mendalam.
  4. Mengurangi Beban Hafalan: Fokus pada pemahaman mengurangi tekanan untuk menghafal tanpa konteks, membuat belajar lebih menyenangkan dan efektif.

Implementasi di Kelas: Peran Guru


Guru memegang peran sentral dalam mengimplementasikan pendekatan deep learning. Guru harus menjadi fasilitator, pemantik diskusi, dan pendorong eksplorasi. Mereka perlu:
  1. Memahami tujuan inti dari setiap materi.
  2. Merancang pertanyaan yang memicu pemikiran mendalam.
  3. Menciptakan lingkungan belajar yang aman untuk bereksperimen dan membuat kesalahan.
  4. Memberikan umpan balik yang konstruktif dan berfokus pada pemahaman.
Dengan mengadopsi pendekatan deep learning dalam penyusunan dan implementasi perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka untuk kelas 2 SD/MI, kita tidak hanya mengajarkan apa yang harus diketahui siswa, tetapi juga bagaimana cara mereka berpikir, memahami, dan berinovasi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menghasilkan generasi pembelajar seumur hidup yang cakap dan berdaya.

Unduh Perangkat Pembelajaran Kelas 2 SD/MI Kurikulum Merdeka


Bagi Bapak/Ibu yang membutuhkan Administrasi Pembelajaran untuk kelas 2 silahkan anda dapat mengunduhnya disini

Demikian yang dapat mimin bagikan terkait Perangkat Pembelajaran Kelas 2 SD/MI Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deep learning ini semoga bermanfaat
Perangkat Pembelajaran Kelas 1 SD/MI Kurikulum Merdeka Tahun 2025/2026

Perangkat Pembelajaran Kelas 1 SD/MI Kurikulum Merdeka Tahun 2025/2026

Mengoptimalkan Perangkat Pembelajaran Kelas 1 SD/MI Kurikulum Merdeka dengan Pendekatan Deep Learning - Era Kurikulum Merdeka membawa angin segar dalam dunia pendidikan Indonesia, mengedepankan pembelajaran yang lebih relevan, mendalam, dan berpusat pada siswa. Untuk kelas 1 SD/MI, ini berarti menciptakan fondasi belajar yang kokoh dan menyenangkan. 
Perangkat Pembelajaran Kelas 1 SD/MI


Namun, bagaimana jika kita mengintegrasikan pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) dalam penyusunan perangkat pembelajaran? Ini bukan tentang teknologi kecerdasan buatan, melainkan sebuah kerangka pedagogis yang mendorong pemahaman esensial dan transfer pengetahuan.

Memahami Deep Learning dalam Konteks Pendidikan


Istilah "deep learning" dalam pedagogi merujuk pada pembelajaran yang melampaui hafalan fakta, menuju pemahaman konseptual yang kuat, kemampuan mengkoneksikan ide, dan kapasitas untuk mentransfer pengetahuan ke situasi baru. Ini berlawanan dengan "surface learning" yang hanya berfokus pada ingatan dan reproduksi informasi.

Dalam konteks kelas 1 SD/MI, deep learning berarti:
  • Siswa tidak hanya tahu cara menghitung, tetapi juga memahami konsep di balik angka dan dapat menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Siswa tidak hanya menghafal huruf, tetapi juga memahami bagaimana huruf membentuk kata dan kalimat, serta dapat menggunakannya untuk membaca dan menulis.
  • Siswa tidak hanya meniru, tetapi juga memahami alasan di balik aturan sosial dan norma.

Komponen Perangkat Pembelajaran Kelas 1 SD/MI Kurikulum Merdeka Pendekatan Deep Learning


Perangkat pembelajaran yang mengadopsi pendekatan deep learning akan memiliki fokus yang berbeda pada setiap komponennya:
  • Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):
Dalam Kurikulum Merdeka, TP dan ATP menggantikan silabus dan RPP lama. Dengan deep learning, TP dan ATP harus dirumuskan untuk mendorong pemahaman konseptual, bukan sekadar daftar kemampuan yang harus dikuasai. Contoh: "Siswa dapat memahami hubungan antara jumlah benda dengan angka yang melambangkannya" daripada hanya "Siswa dapat menghitung 1-10".
  • Modul Ajar (Pengganti RPP):
Modul ajar adalah inti dari perangkat pembelajaran. Untuk kelas 1 dengan pendekatan deep learning, modul ajar harus dirancang dengan fitur-fitur berikut:
  1. Pertanyaan Esensial/Pemantik: Mulai pembelajaran dengan pertanyaan yang mendorong rasa ingin tahu dan pemikiran mendalam, misalnya "Mengapa kita perlu tahu angka?" atau "Bagaimana cara kita memberitahu orang lain apa yang kita pikirkan tanpa berbicara?".
  2. Aktivitas Berbasis Masalah/Proyek Sederhana: Ajak siswa memecahkan masalah konkret yang relevan dengan kehidupan mereka. Contoh: menghitung berapa banyak kue yang dibutuhkan untuk semua teman, atau membuat cerita sederhana dari gambar.
  3. Eksplorasi Konsep: Berikan kesempatan siswa untuk menemukan konsep sendiri melalui percobaan atau manipulasi benda konkret, daripada langsung diberi tahu.
  4. Koneksi Antar Materi/Disiplin Ilmu: Tunjukkan bagaimana satu konsep terhubung dengan konsep lain, atau bagaimana matematika berhubungan dengan seni, atau bahasa.
  5. Refleksi: Libatkan siswa dalam merefleksikan apa yang mereka pelajari dan bagaimana itu relevan dengan kehidupan mereka. Ini bisa berupa gambar, cerita lisan, atau ekspresi sederhana lainnya.
  • Buku Teks dan Sumber Belajar Lainnya:
Buku teks harus lebih dari sekadar kumpulan informasi. Mereka harus:
  1. Menyajikan konsep inti secara visual dan naratif yang menarik.
  2. Menyertakan pertanyaan pemantik dan aktivitas yang mendorong pemikiran.
  3. Memberikan contoh nyata dan relatable.
  4. Guru dapat melengkapi dengan media konkret (balok, kartu gambar), permainan edukatif, dan cerita yang memicu imajinasi dan pemahaman mendalam.
  • Asesmen Diagnostik, Formatif, dan Sumatif:
Penilaian dalam pendekatan deep learning bergeser dari hanya mengukur apa yang dihafal menjadi mengukur pemahaman dan kemampuan transfer.
  1. Asesmen Diagnostik: Mengidentifikasi pengetahuan awal dan kesalahpahaman siswa.
  2. Asesmen Formatif: Dilakukan secara berkelanjutan (observasi, diskusi, respons siswa) untuk mengukur pemahaman mendalam, bukan hanya jawaban benar/salah. Misalnya, meminta siswa menjelaskan "mengapa" mereka melakukan sesuatu.
  3. Asesmen Sumatif: Bisa berupa proyek sederhana, presentasi lisan, atau demonstrasi keterampilan yang menunjukkan pemahaman konseptual.

Mengapa Pendekatan Deep Learning Penting untuk Kelas 1?


Mengintegrasikan deep learning sejak dini sangat fundamental karena:
  1. Membangun Fondasi yang Kuat: Anak-anak yang diajarkan untuk memahami konsep sejak awal akan lebih mudah menguasai materi yang lebih kompleks di jenjang berikutnya.
  2. Meningkatkan Motivasi Belajar: Ketika anak melihat relevansi dan tujuan di balik apa yang mereka pelajari, mereka menjadi lebih termotivasi dan terlibat.
  3. Mengembangkan Keterampilan Abad 21: Pemikiran kritis, pemecahan masalah, kreativitas, dan kolaborasi adalah hasil alami dari pembelajaran mendalam.
  4. Mengurangi Beban Hafalan: Fokus pada pemahaman mengurangi tekanan untuk menghafal tanpa konteks, membuat belajar lebih menyenangkan dan efektif.

Implementasi di Kelas: Peran Guru


Guru memegang peran sentral dalam mengimplementasikan pendekatan deep learning. Guru harus menjadi fasilitator, pemantik diskusi, dan pendorong eksplorasi. Mereka perlu:
  1. Memahami tujuan inti dari setiap materi.
  2. Merancang pertanyaan yang memicu pemikiran mendalam.
  3. Menciptakan lingkungan belajar yang aman untuk bereksperimen dan membuat kesalahan.
  4. Memberikan umpan balik yang konstruktif dan berfokus pada pemahaman.
Dengan mengadopsi pendekatan deep learning dalam penyusunan dan implementasi perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka untuk kelas 1 SD/MI, kita tidak hanya mengajarkan apa yang harus diketahui siswa, tetapi juga bagaimana cara mereka berpikir, memahami, dan berinovasi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menghasilkan generasi pembelajar seumur hidup yang cakap dan berdaya.

Unduh Perangkat Pembelajaran Kelas 1 SD/MI Kurikulum Merdeka


Bagi Bapak/Ibu yang membutuhkan Administrasi Pembelajaran untuk kelas 1 silahkan anda dapat mengunduhnya disini

Demikian yang dapat mimin bagikan terkait Perangkat Pembelajaran Kelas 1 SD/MI Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deep learning ini semoga bermanfaat
Kisi-kisi soal PAT Matematika Kelas 1, 2, 3, 4, 5 SD/MI Tahun 2025

Kisi-kisi soal PAT Matematika Kelas 1, 2, 3, 4, 5 SD/MI Tahun 2025

Kisi-kisi soal Penilaian Akhir Tahun (PAT) merupakan dasar bagi seorang guru dalam menyusun berbagai macam soal tes yang akan di ujikan kepada peserta didik, penyusunan kisi-kisi soal juga merupakan langkah yang bisa memudahkan seorang guru dalam menyiapkan soal yang sesuai dengan materi yang sudah diajarkan kepada peserta didik
Kisi-kisi PAT Matematika
Pembuatan tabel dalam kisi-kisi penyusunan soal dikaitkan dengan bentuk item soal yang digunakan serta dikaitkan dengan jenjang kemampuan yang akan diukur

Penyusunan kisi-kisi soal akan disusun oleh masing-masing guru, hal ini sesuai dengan Permendikbud Nomor 43 tahun 2019 tentang penyeenggaraan ujian yang diselenggarakan satuan pendidikan dan Ujian Nasional 

Penyusunan kisi-kisi soal ini bertujuan untuk memudahkan guru dan peserta didik dalam menghadapi Penilaian Akhir Tahun (PAT), selain itu dengan di susunnya kisi-kisi tersebut guru dan siswa dapat mempersiapkan dan menelaah materi yang akan keluar dalam tes nanti

Oleh karena itu, guna untuk mempermudah dalam mempersiapkan menghadapi Penilaian Akhir Tahun (PAT) atau Ulangan Kenaikan kelas (UKK) Tahun 2024-2025 nanti, pada kesempatan ini mimin akan membagikan kisi-kisi soal Penilaian Akhir Tahun semester genap Tahun 2024-2025 baik yang berupa Pelajaran Matematika Kurikulum Merdeka 

Unduh Kisi-kisi Soal PAT Kurikulum Merdeka

Kisi-kisi soal PAT Kelas 1, 2 ,3 ,4 ,5 SD/MI Tahun 2025 ini terdiri mapel Matematika Kurikulum Merdeka 

Bagi yang membutuhkan Kisi-kisi soal PAT Matematika Kelas 1, 2, 3, 4, 5 SD/MI Tahun 2025 silahkan anda dapat mengunduhnya pada tautan berikut
  • Kisi-kisi PAT Matematika Kelas 1-5 SD/MI Unduh
Demikian yang dapat mimin bagikan, semoga dengan adanya kisi-kisi penyusunan soal Penilaian Akhir Tahun (PAT) untuk Jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) kelas 1, 2, 3, 4, 5 SD/MI Semester genap Tahun Pelajaran 2024-2025 ini bisa bermanfaat dan bisa meringankan beban rekan-rekan guru dalam menyusun soal-soal Ulangan Kenaian Kelas (UKK) nanti

Kisi-kisi Soal PAT Bahasa Indonesia Kelas 1, 2, 3, 4, 5 SD/MI Tahun 2025

Kisi-kisi Soal PAT Bahasa Indonesia Kelas 1, 2, 3, 4, 5 SD/MI Tahun 2025

Kisi-kisi soal Penilaian Akhir Tahun (PAT) merupakan dasar bagi seorang guru dalam menyusun berbagai macam soal tes yang akan di ujikan kepada peserta didik, penyusunan kisi-kisi soal juga merupakan langkah yang bisa memudahkan seorang guru dalam menyiapkan soal yang sesuai dengan materi yang sudah diajarkan kepada peserta didik
Kisi-kisi Soal PAT Bahasa Indonesia
Pembuatan tabel dalam kisi-kisi penyusunan soal dikaitkan dengan bentuk item soal yang digunakan serta dikaitkan dengan jenjang kemampuan yang akan diukur

Penyusunan kisi-kisi soal akan disusun oleh masing-masing guru, hal ini sesuai dengan Permendikbud Nomor 43 tahun 2019 tentang penyeenggaraan ujian yang diselenggarakan satuan pendidikan dan Ujian Nasional 

Penyusunan kisi-kisi soal ini bertujuan untuk memudahkan guru dan peserta didik dalam menghadapi Penilaian Akhir Tahun (PAT), selain itu dengan di susunnya kisi-kisi tersebut guru dan siswa dapat mempersiapkan dan menelaah materi yang akan keluar dalam tes nanti

Oleh karena itu, guna untuk mempermudah dalam mempersiapkan menghadapi Penilaian Akhir Tahun (PAT) atau Ulangan Kenaikan kelas (UKK) Tahun 2024-2025 nanti, pada kesempatan ini mimin akan membagikan kisi-kisi soal Penilaian Akhir Tahun semester genap Tahun 2024-2025 baik yang berupa Pelajaran umum Kurikulum Merdeka maupun Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam, Matematika dan PJOK

Unduh Kisi-kisi Soal PAT Kurikulum Merdeka

Kisi-kisi soal PAT Kelas 1, 2 ,3 ,4 ,5 SD/MI Tahun 2025 ini terdiri mapel Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka 

Bagi yang membutuhkan Kisi-kisi soal PAT Bahasa Indonesia Kelas 1, 2, 3, 4, 5 SD/MI Tahun 2025 silahkan anda dapat mengunduhnya pada tautan berikut
  • Kisi-kisi PAT Bahasa Indonesia Kelas 1,2,3,4,5 SD/MI Unduh
Demikian yang dapat mimin bagikan, semoga dengan adanya kisi-kisi penyusunan soal Penilaian Akhir Tahun (PAT) untuk Jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) kelas 1, 2, 3, 4, 5 SD/MI Semester genap Tahun Pelajaran 2024-2025 ini bisa bermanfaat dan bisa meringankan beban rekan-rekan guru dalam menyusun soal-soal Ulangan Kenaian Kelas (UKK) nanti

Kumpulan kisi-kisi SAS/PAS Kelas 6 Semester 1 Tahun Ajaran 2024-2025

Kumpulan kisi-kisi SAS/PAS Kelas 6 Semester 1 Tahun Ajaran 2024-2025

Kumpulan Kisi-kisi soal Sumatif Akhir Semester SAS kelas 6 Semester 1 Kurikulum Merdeka merupakan dasar bagi seorang guru dalam menyusun berbagai macam soal PAS Semester 1 yang akan di ujikan kepada peserta didik, penyusunan kisi-kisi soal juga merupakan langkah yang bisa memudahkan seorang guru dalam menyiapkan soal-soal SAS yang sesuai dengan materi yang sudah diajarkan kepada peserta didik yang berada di kelas 6
Kumpulan kisi-kisi SAS/PAS Kelas 6


Pembuatan tabel dalam kisi-kisi penyusunan soal SAS kelas 6 Semester 1 Tahun Ajaran 2024-2025 Kurikulum Merdeka dikaitkan dengan bentuk item soal yang digunakan serta dikaitkan dengan jenjang kemampuan yang akan diukur sesuai dengan keadaan masing-masing madrasah/sekolah

Penyusunan kisi-kisi soal ASAS/PAS kelas 6 Semester 1 Kurikulum Merdeka ini bertujuan untuk memudahkan guru dan peserta didik dalam menghadapi Penilaian Akhir Semester (PAS), selain itu dengan di susunnya kisi-kisi tersebut guru dan siswa dapat mempersiapkan dan menelaah materi yang akan keluar dalam tes nanti

Oleh karena itu, guna untuk mempermudah dalam mempersiapkan menghadapi Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Semester 1 Tahun Pelajaran 2024/2025 nanti, pada kesempatan ini mimin akan membagikan kisi-kisi soal PAS baik yang berupa Pelajaran Umum (Temaik) Kurikulum 2013 atau Kurikulum Merdeka  dan Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab (PAI)

Untuk itu bagi yang membutuhkan Kisi-kisi soal ASAS/PAS Semester 1 Tahun Ajaran 2024-2025 Kelas 6 SD/MI semua mapel, silahkan anda dapat mengunduhnya pada tautan yang sudah mimin sediakan di akhir postingan ini

Unduh Kisi-kisi ASAS/PAS Kelas 6

Untuk Kisi-kisi soal ASAS/PAS Semester 1 Tahun Ajaran 2024-2025 Kelas 6 SD/MI ini bagi rekan-rekan yang berminat untuk memilikinya silahkan anda unduh pada tautan yang sudah mimin sediakan berikut ini
  • Kisi-kisi Soal SAS Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS Bahasa Inggris Kelas 6 SD/MI Unduh
  • Kisi-kisi Soal SAS Bahasa Jawa Kelas 6 SD/MI Unduh
  • Kisi-kisi Soal SAS Matematika Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS Pen. Pancasila Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS IPAS Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS PAI dan BP Kelas 6 SD/MI Unduh
  • Kisi-kisi Soal SAS Seni Musik Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS Seni Tari Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS Seni Rupa Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS PJOK Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS Al-qur'an Hadis Kelas 6 SD/MI Lihat 
  • Kisi-kisi Soal SAS Akidah Akhlak Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS Fiqih Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS SKI Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS Bahasa Arab Kelas 6 SD/MI Lihat
Demikian yang dapat mimin bagikan, semoga dengan adanya Kumpulan kisi-kisi SAS/PAS Semester 1 Tahun Ajaran 2024-2025 Kelas 6 SD/MI ini bisa bermanfaat dan bisa meringankan beban rekan-rekan guru dalam menyusun soal-soal Penilaian Akhir Semester 1 Tahun 2024 nanti
Kisi-kisi Soal SAS Seni Rupa Kelas 6 SD/MI Semester 1 Tahun 2024/2025

Kisi-kisi Soal SAS Seni Rupa Kelas 6 SD/MI Semester 1 Tahun 2024/2025

Kisi-kisi Soal SAS Seni Rupa Kelas 6 SD/MI Semester 1 Tahun 2024/2025 merupakan kerangka dasar dalam pembuatan Soal PAS Kelas 6 Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka Semester 1, atau juga dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran atau latihan untuk Peserta didik Kelas 6 dalam menghadapi PAS / SAS Semester ganjil mendatang.
Kisi-kisi Soal PAS Seni Rupa Kelas 6


Kisi-kisi soal SAS Seni Rupa Kelas 6 SD/MI disusun dengan tujuan untuk memberi gambaran tentang bentuk soal dan materi yang akan diujikan. Dengan adanya Kisi-kisi tersebut peserta didik atau siswa dapat mempelajari materi pelajaran yang akan di ujikan pada Penilaian Akhir Semester Ganjil Tahun 2024 nanti.

Untuk memudahkan peserta didik atau siswa Kelas 6 dalam belajar sebelum menghadapi Sumatif Akhir Semester (SAS/ PAS) Ganjil khusunya Mata pelajaran Seni Rupa, adik-adik dapat mempelajari kisi-kisi soal Sumatif Akhir Semester ganjil yang akan di bagikan di akhir postingan ini

Kisi-kisi Soal PAS Seni Rupa Kelas 6


Untuk mengetahui kisi-kisi soal PAS Seni Rupa Kelas 6 SD/MI Semester 1 Tahun 2024/2025 silahkan rekan-rekan dapat mengunduhnya melalui tautan yang sudah mimin sediakan berikut ini
  • Kisi-kisi Soal PAS Seni Rupa Kelas 6 Kurma lihat
Untuk mengunduh Kisi-kisi Soal PAS Semester 1 Kelas 6 SD/MI semua mapel silahkan anda dapat mengunduhnya melalui tautan berikut
  • Kisi-kisi Soal SAS Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS Bahasa Inggris Kelas 6 SD/MI Unduh
  • Kisi-kisi Soal SAS Bahasa Jawa Kelas 6 SD/MI Unduh
  • Kisi-kisi Soal SAS Matematika Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS Pen. Pancasila Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS IPAS Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS PAI dan BP Kelas 6 SD/MI Unduh
  • Kisi-kisi Soal SAS Seni Musik Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS Seni Tari Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS Seni Rupa Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS PJOK Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS Al-qur'an Hadis Kelas 6 SD/MI Lihat 
  • Kisi-kisi Soal SAS Akidah Akhlak Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS Fiqih Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS SKI Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS Bahasa Arab Kelas 6 SD/MI Lihat
Demikian yang dapat mimin bagikan terkait Kisi-kisi Soal SAS Seni Rupa Kelas 6 SD/MI Semester 1 Tahun 2024/2025 ini semoga bermanfaat
Kisi-kisi Soal SAS Seni Tari Kelas 6 SD/MI Semester 1 Tahun 2024/2025

Kisi-kisi Soal SAS Seni Tari Kelas 6 SD/MI Semester 1 Tahun 2024/2025

Kisi-kisi Soal SAS Seni Tari Kelas 6 SD/MI Semester 1 Tahun 2024/2025 merupakan kerangka dasar dalam pembuatan Soal PAS Kelas 6 Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka Semester 1, atau juga dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran atau latihan untuk Peserta didik Kelas 6 dalam menghadapi PAS / SAS Semester ganjil mendatang.
Kisi-kisi Soal PAS Seni Tari Kelas 6


Kisi-kisi soal SAS Seni Tari Kelas 6 SD/MI disusun dengan tujuan untuk memberi gambaran tentang bentuk soal dan materi yang akan diujikan. Dengan adanya Kisi-kisi tersebut peserta didik atau siswa dapat mempelajari materi pelajaran yang akan di ujikan pada Penilaian Akhir Semester Ganjil Tahun 2024 nanti.

Untuk memudahkan peserta didik atau siswa Kelas 6 dalam belajar sebelum menghadapi Sumatif Akhir Semester (SAS/ PAS) Ganjil khusunya Mata pelajaran Seni Tari, adik-adik dapat mempelajari kisi-kisi soal Sumatif Akhir Semester ganjil yang akan di bagikan di akhir postingan ini

Kisi-kisi Soal PAS Seni Tari Kelas 6


Untuk mengetahui kisi-kisi soal PAS Seni Tari Kelas 6 SD/MI Semester 1 Tahun 2024/2025 silahkan rekan-rekan dapat mengunduhnya melalui tautan yang sudah mimin sediakan berikut ini
  • Kisi-kisi Soal PAS Seni Tari Kelas 6 Kurma lihat
Untuk mengunduh Kisi-kisi Soal PAS Semester 1 Kelas 6 SD/MI semua mapel silahkan anda dapat mengunduhnya melalui tautan berikut
  • Kisi-kisi Soal SAS Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS Bahasa Inggris Kelas 6 SD/MI Unduh
  • Kisi-kisi Soal SAS Bahasa Jawa Kelas 6 SD/MI Unduh
  • Kisi-kisi Soal SAS Matematika Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS Pen. Pancasila Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS IPAS Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS PAI dan BP Kelas 6 SD/MI Unduh
  • Kisi-kisi Soal SAS Seni Musik Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS Seni Tari Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS Seni Rupa Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS PJOK Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS Al-qur'an Hadis Kelas 6 SD/MI Lihat 
  • Kisi-kisi Soal SAS Akidah Akhlak Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS Fiqih Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS SKI Kelas 6 SD/MI Lihat
  • Kisi-kisi Soal SAS Bahasa Arab Kelas 6 SD/MI Lihat
Demikian yang dapat mimin bagikan terkait Kisi-kisi Soal SAS Seni Tari Kelas 6 SD/MI Semester 1 Tahun 2024/2025 ini semoga bermanfaat